Jakarta - Setalah membocorkan desain eksterior
Ertiga, telisik dibalik lengkungan kap mesin berplatform Splash ini
terdapat dapur pacu yang diklaim memiliki tenaga yang handal, irit bahan
bakar dan tentunya sangat santun pada lingkungan sekitar. klaim ini
yang membuat kami penasaran untuk mengulasnya.
Suzuki Indonesia sangat jeli melihat pasar pesaingnya, membawa mesin
berkapsitas 1372cc adalah membuat penawaran pilihan baru untuk yang
sudah merasakan tenaga dari mesin 1298cc(1.3L) dan 1495cc(1.5L). Suzuki
Ertiga mencatok mesin seri K yaitu K14B 1.4L berteknologi VVT(Variable
Valve Timing) berbasis sistem DOHC. Sistem VVT dan DOHC memang sudah
lazim digunakan untuk kendaraan modern.
Mari lihat ketangguhannya.Teknologi dikenal dengan sistem pengaturan
buka-tutup katup hisap dan buang yang disesuaikan dengan kinerja mesin
ini. Memberikan manfaat efesiensi konsumsi bahan bakar dan sangat
bersahabat dengan lingkungan. Teknologi VVT juga mampu meningkatkan
pencapaian torsi yang optimal di rentang putaran mesin mulai paling
rendah karena kerja mesin VVT pada saat putaran rendah tidak terjadi
adanya kondisi valve overlap (situasi saat katup intake dan katup pembuangan pada mesin terbuka di waktu yang bersamaan). Maka Variable Valve Timing bertugas
memvariasikan waktu valve (katup) antara intake (pemasukan) dan exhaust
(pembuangan) camshaft terpisah sehinga tidak tumpang tindih.
Selain VVT, mesin K-series yang dibawa Ertiga juga berbasis double over head camshaft
DOHC. Untuk mesin DOHC punya Suzuki, salah satu komponen yang mengikat
antara camshaft dan crankshaft untuk mengatur katup masuk-buang dipakai
jenis rantai (metal timing chain) yang biasanya di mesin DOHC
konvensional masih menggunakan karet atau (timing belt). kelebihan
timing chain menggunakan rantai yang terbuat dari bahan tahan panas dan
tidak mengalami perubahan ukuran sehingga mengurangi biaya perawatan.
Juga ketegangan rantai diatur dari chain tensioner yang dilumasi oli.
kemudian pengikat jenis timing chain dilengkapi dengan rubber shield
(perisai karet) agar bisa menekan tingkat kebisingan mesin dan minim
friksi (tingkat kelicinan).
Jadi teknologi DOHC VVT pada K-series dengan kinerja seperti ini akan membuat mesin lebih berasa nendang sejak berada di putaran RPM rendah, dan lebih smooth.
klaim yang sudah ditest oleh Suzuki adalah torsi sudah didapat diangka
12.7Nm sejak putaran rpm 4000. yang lain dikelasnya masih berkisaran di
rentang rpm 4400-5000.
Masuk ke ruang pembakaran, ternyata setiap silinder mesin K-Series
memiliki koil pengapiannya masing-masing. sehingga pembakaran jadi lebih
maksimal. Untuk mengejar standar emisi Euro2, Suzuki mengaplikasikan
catalytic converter sebagai filter bahan beracun setelah proses
pembakaran.
Memnuhi standar mesin ramah lingkungan, blok mesin seri K sepenuhnya
diolah dari bahan aluminium campuran ramah lingkungan jauh dari material
berbahaya, selain mereduksi bobot mobil jadi lebih ringan, aluminium
mampu meradiasikan panas lebih efisien dibandingkan besi tuang. Meskipun
bahan aluminium memiliki kekuatan yang kurang baik dari bahan logam
lain.
Pemenuhan performa optimal diperkuat dari kolaborasi yang baik dengan
sistem tranmisi dan penggerak roda. Ertiga diluncurkan dengan sistem
penggerak roda depan (FWD). Dimana, FWD lebih memahami kondisi jalanan
yang licin dan meminimalisir terjadinya slip meskipun handling tidak
lebih baik dari penggerak roda belakang (RWD). Aplikasi FWD pada mobil
akan berpengaruh pada layout ruang penumpang, karena mesin dan axle
tranmisi ditempatkan satu ruang didepan, sangat mendukung untuk desain
interior yang lebih lega.
Overall, dari kinerja mesin K14B DOHC VVT yang disematkan Ertiga,
tenaga yang dihasilkan sebebsar 96 PS pada rpm 6000 dengan konsumsi
bahan bakar 16km/L cukup bersaing dengan rivalnya.(RD/RS)



1 komentar:
ertiga mantappp
Posting Komentar